Kali (Hindi,=the Black One), adalah salah satu dewi yang populer dalam agama Hindu (India) dan tantra, dikenal juga sebagai dewi Durga atau Chandi (yang maha buas). Dewi Kali selalu diasosiasikan sebagai penyebar penyakit, kematian dan kerusakan.
Disebut pula dengan nama Pravati sebagai permaisuri Mahadewa Shiwa.
Dewi Kali juga dipuja sebagai mahadewi yang memberikan kekuatan khususnya bagi kalangan kasta rendah didaerah Bengal (India) dalam melakukan pemujaannya terhadapnya para pemuja kali akan mempersembahan kurban darah.

Secara etymology Kali adalah bentuk feminim dari kata Kala yang berarti waktu atau terkadang berarti pula sebagai “yang hitam”. dalam pengertian ini dewi Kali dianggap pula sebagai “ibu dari waktu”

Durga dalam versi Tantra

adalah Ibu Kebajikan, dipuja tidak saja oleh para dewa bahkan setan pun memujanya. Dari kisah Ramayana, dikabarkan bahwa Rama memuja Durga untuk dapat membunuh Rahwana.
Kemudian dalam Mahabrata, Kresna memuja Durga untuk dapat mengalahkan Kurawa, Vaishnavas juga memuja Durga sebagai Yoga Maya-nya Wisnu, dan Siwa sendiri memuja Durga sebagai Shakti.
Bahkan juga dipercaya, Durga adalah Mahamaya, akar sebab dan bentuk dunia.

Dan dalam Durga Saptathi, Durga memiliki 108 nama diyakini sebagai Ibu Pencipta.
Kemudian kepopuleran Durga dikisahkan dalam Markandeya Purana yang menceritakan manifestasi Durga sebagai kumpulan cahaya dari Siwa, Brahma, dan Wisnu, ditambah pula oleh para dewa lainnya.

Ini bermula, ketika para dewa marah akibat kelakuan seorang raksasa yang sakti mandraguna.

Maka, semua dewa mengeluarkan cahaya dari mulut mereka.
Kumpulan cahaya ini perlahan menjadi seorang dewi. Kemudian oleh Rama diberi rambut hitam panjang, oleh Wisnu diberi dua tangan, lalu Bulan memberi payudara, Indra memberi bagian tubuh tengah, paha diberikan oleh Baruna, pantatnya dari Dewa Surya, kaki dari Dewa Pertiwi, jari kaki dari Matahari, jari-jari tangan para penjaga delapan penjuru, dan matanya didapat dari tiga kepala Agni,.
Kemudian semua dewa melengkapi Durga dengan senjata, termasuk Yama sang dewa kematian. Melalui Markandeya Purana dapat diketahui bahwa Durga adalah simbol semua kekuatan penciptaan dan kekuatan gabungan ini akan muncul jika kekuatan jahat mengancam keberadaan ciptaan.
Jadi, Durga bertugas menghancurkan ketidakharmonisan dan menciptakan harmoni. Kelahiran Durga adalah untuk menciptakan aturan Dharma