• Bentuk segitiga sama sisi 3Dimensi.
  • Adalah hasil pemahaman dan pemikiran manusia sejak jaman purba akan “pembangkit energi” alam/prana.
  • Bentukan pyramida ditemukan pada disemua budaya tua, termasuk Indonesia (oleh para ahli antropolog kita sering disebut dengan “Punden Berundak”) Seiiring dengan masuknya Hindu/Budha ke Nusantara banyak Punden Berundak (dari budaya “sebelum agama” baru muncul) diganti wujud dalam bentukan candi (contoh fondasi Candi Borobudur adalah Punden Berundak terbesar di asia).

Dalam budaya mesir kuno digunakan sebagai makam para firaun yang sarat dengan “kutukan”, Kutukan para faraoh ini (menurut hemat saya) terjadi karena adanya energi yang secara sengaja “diperangkap”kan didalam pyramid untuk menjaga kesakralannya.

Sedangkan dalam kebudayaan lain (contoh Inca dan Maya) pyramid digunakan sebagai media mendekatkan diri pada “kekuatan Maha”… apakah karena bentukan pyramid pada dasar kuil pemujaannya inilah yang menyebabkan mereka bisa berkomunikasi dengan alien/UFO? hingga saat ini masih dalam penelitian para ahli.

  • Pyramid Power: prinsip kerjanya kurang lebih sebagai berikut: energi yang dimasukan dalam pyramida secara terus menerus akan memantul dari satu sisi kesisi lain tanpa kesudahan hal ini akan mengakibatkan terciptanya gelombang eletromagnetik yang sangat besar. ==>salah satu contohnya adalah crystal berbentuk pryramida pada lensa laser.
  • Buat para praktisi prana, berlatih penyaluran energy dengan media pyramida (lebih baik terbuat dari kaca atau crystal) akan meningkatkan “stamina prana” dan daya pancarnya

PENGARUH MISTERIUS PIRAMIDA

P E N D A H U L U A N
Sebelas macam pengalaman berada di bawah ruang piramida disampaikan maupun yang diselidiki secara perorangan dan ilmiah seperti yang diuraikan dalam buku THE PSYCHIC POWER OF PYRAMIDS yang ditulis oleh Bill Schul dan Ed Petit.

APAKAH BENAR BAHWA BENTUK PARAMIDA memberi pengaruh yang misterius ???
Marilah kita lihat 11 (sebelas) macam pengalaman berada di bawah ruang piramida disampaikan maupun yang diselidiki secara perorangan dan ilmiah seperti yang diuraikan dalam buku THE PSYCHIC POWER OF PYRAMIDS. Dokter-dokter dan seminar-seminar membahas soal pengaruh misterius piramida seperti yang akan penulis kutipkan dari buku tersebut dalam artikel ini.

APAKAH BENAR BAHWA BENTUK PARAMIDA memberi pengaruh yang misterius ???
Marilah kita lihat bersama sebagai berikut :
Berada di bawah piramida mengakibatkan beberapa pengaruh untuk berbagai subjek :
Subjek mengalami hal-hal yang sama sekali baru, bahkan merupakan teka-teki baginya.
Tumbuh perasaan menyendiri (isolation) dan mengalami rasa-damai dan sunyi.
Tumbuh perasaan dilindungi, rasa aman.
Penilaian terhadap waktu sukar, ada yang merasakan lama sekali, ada yang merasakan cepat sekali, biarpun waktu berada di dalam piramida yang, sama ..
Tidur di dalam piramida, menyegarkan tubuh. Tidur sebentar serasa sebagai tidur berjam-jam lamanya.
Ada yang merasakan kehadiran “sesuatu”.
Dilaporkan, bahwa meditasi dapat dilaksanakan lebih baik di dalam piramida. Ada yang mempergunakan untuk tempat belajar, karena lebih mudah berkonsentrasi.
Bermimpi sangat jelas dan lebih mudah dimengerti; juga lebih mudah diingat kembali sesudah bangun tidur.
Mendapat citra visual dan babak-babak visual yang seringkali membantu memecahkan persoalan yang sedang dihadapi oleh subjeknya; hal ini terjadi pada saat-saat mau jatuh tidur di dalam piramida.
Tumbuh kesadaran-damai (awareness of peace); perasaan permusuhan dan benci berangsur- angsur menghilang. Ada yang mengalami marah-marah dikantornya, kemudian satu jam masuk di piramida, waktu keluar lagi, orang tersebut lupa apa sebabnya dia tadi marah-marah di kantor.
Merasakan adanya suatu kekuatan, suatu lapangan energi yang tidak biasa.
Ada beberapa orang yang menyatakan, lebih lama berada di dalam piramida, lebih merasa “Satunya dengan kehidupan” (oneness with all life ). Demikianlah hasil-hasil berada Di bawah atau di dalam piramida yang dilaporkan di Amerika Serikat. Malahan telah diadakan Test di laboratorium mengenai pengaruh piramida terhadap manusia.

KEKUATAN APAKAH YANG DIHASILKAN PIRAMIDA ???
Melihat pengalaman orang-orang yang rasional di AS tersebut di atas, pasti ada sesuatu sebab yang belum diketahui (secara rasional) tentang piramida. Nah ini kewajiban “orang yang erasional”, (e-rasional = melampui rasional; ir-rational lawan rational). Berdasarkan penghayatan erasional, dapat “diketahui”, bahwa bentuk piramida itu merupakan tempat yang serasi bagi kosmos. Keserasian kosmos menghasilkan terjadinya keseimbangan yang harmonis .

Sekali pun demikian, masih perlu adanya penjelasan yang agak lebih mendalam. Penulis perlu menjelaskan, bahwa bentuk membawa akibat. Seperti bentuk per, membawa akibat bisa mengalihkan aliran air alamiah. Bentuk bulat (bundar) membawa akibat “Tidak habis-habisnya”.

Lebih mudah untuk menjelaskan piramida dengan cara pengetahuan yang sudah lebih populer dalam falsafah Cina, yaitu tentang Yang dan Yin. Di dalam piramida terbentuk keseimbangan yang harmonis antara Yang dan Yin. Oleh karena itu, orang sakit yang disebabkan Yang dan Yin tidak dalam keadaan seimbang, mudahlah sembuh jika sering berada di dalam piramida, seperti darah tinggi, kegemukan badan, kekurusan badan, dan berbagai penyakit metabolisme yang tidak berfungsi baik.

Manusia bukan mesin atau terbentuk dari bahan-bahan kimia melulu. Manusia utuh terdiri dari berbagai aspek; tubuh, emosi, jiwa, ruh dengan masing-masing memiliki dimensinya sendiri-sendiri. Menurut R. Rachmat Setiadiwirja (alm.), penyakit bersumber dari berbagai sebab, yaitu :
Pertama – dari bumi seperti Bakteri, virus, baksil dan sebagainya .
Kedua – pengaruh dari kosmos .
Ketiga – dari dunia gaib (magis) dan
Keempat – warisan, baik warisan yang bersifat fisik maupun yang dari dunia gaib.

Jadi sekalipun gejala-gejala di permukaan bisa sama, namun sebabnya sangat mungkin berbeda.

Marilah kita kembali ke buku The Psychic Power Of Pyramids. Di dalam kongres pertama mengenai “Integrative Medicine” yang disponsori oleh “Academy Of Parapsychology and Medicine” di Arizona (Oktober 1975), Dr. Roy Menninger, Dr. Malcom Todd dan Dr.Hans Selye, sependapat dan bersama-sama menganjurkan kepada dokter-dokter untuk mengobati pasiennya tidak hanya dilihat dari sudut penyakitnya saja, tetapi dilihat dari sudut manusia seutuhnya. Bahkan lebih dari itu, ada dokter-dokter dan awam yang serius menganjurkan untuk juga memperhatikan segi spirituilnya. Kesemuanya itu adalah dari pandangan adanya “Teori satu lapangan” (One Unified-field theory). Teori ini menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini adalah bentuk energi yang mereka sebut kesadaran .

Atas dasar teori itu, maka lapangan ilmu psikologi dan psikomatikologi mendapat dasar baru : kesadaran sebagai titik pusatnya. Disini mulailah titik-temu antara ilmu pengetahuan (yang rasionil) dengan agama. Ini baru awalnya penyelidikan di Barat sedang bergairah ke arah itu. Pada akhirnya keadaan yang demikian menyebabkan ilmu pengobatan memperoleh dasar filsafat yang baru baginya, yaitu bahwa penyakit mempunyai peranan terhadap si sakit dalam rangka perkembangan si sakit sebagai manusia yang utuh.

Di dunia timur bisa diterapkan karma, yaitu bahwa kesehatan dan penyakit merupakan keadaan untuk memenuhi syarat keseimbangan dan pengembangan manusia yang sakit itu untuk mencapai kesempurnaannya. (Catatan th 2000 ini, Barat telah banyak memperhatikan pengaruh karma, Penulis) Di bagian lain buku itu, dikatakan ada indikasi, piramida berpengaruh terhadap manusia di bidang fisik, eteris, astral, pikiran rendah (lower mind), Pikiran tinggi (Higher mind ), Jiwa (Soul) dan spirit (ruh??). Kemungkinan besar bahwa penyakit adalah bentuk luar dari sebab aslinya yaitu spirit. Ahli fisika dari Universitas Stansford, Dr. William Tiller menyatakan : “semua penyakit berasal dari ketidakseimbangan antara tingkat pikiran dan spirit (disharmony between the mind and spirit levels) dengan pola universal dari orang yang bersangkutan. Penyembuhan permanen dan utuh membutuhkan harmoni (keserasian) dengan pola universal yang ada pada tingkat pikiran (mind) dan spirit. Jadi penyembuhan fisik bahkan penyembuhan eteris hanya bersifat sementara, jika ada pola dasar tingkat pikiran dan spirit tetap tidak berubah (dirubah)”. Dalam simposium tentang pengobatan (penyembuhan) yang mengambil tema “Dimension of Healing “(dimensi penyembuhan) tahun1972, Dr. Tiller mengatakan : “substansi-substansi (yang di maksud adalah fisik, eteris, astral, lower mind, higher mind, soul dan spirit) saling memasuki (interpenetrate) dan hubungannya dapat dilihat dari keadaan tubuh kita. Untuk memperagakan tujuh tubuh itu, cobalah pikir dengan mempergunakan tujuh lembar kertas transparan (tembus cahaya) dan gambarlah bulatan – bulatan saling tindih dengan warna yang berbeda, terus menerus di atas ketujuh lembar kertas itu. Kemudian letakkanlah bersama dan lihatlah tumpukan itu, anda akan melihat organisasi substansi pada berbagai tingkat dalam dalam tubuh-tubuh manusia ……” Dan interaksi diantara ketujuh tubuh tersebut dilaksanakan melalui mind (pikiran). Demikianlah rupa-rupanya yang menjadi perhatian para ahli. Sekarang kita akan melihat yang sudah dipraktekkan mengenai piramida dan pengaruhnya untuk penyembuhan.

PENYEMBUHAN – PENYEMBUHAN DI BAWAH PIRAMIDA
Pengalaman penyembuhan pertama dialami sendiri oleh penulis buku tersebut di atas, Ed Petit. Untuk meghilangkan keraguan pembaca, Ed Petit mendapat ijin untuk menyiarkan pula nama dokter yang mengobatinya secara ilmu kedokteran, yaitu Dr. W.E. Dalton.
Peristiwanya sebagai berikut : Waktu Ed Petit sedang menggergaji (dengan gergaji bundar), tangan kanannya tergergaji , sehingga penghubung (joints) dua jari tengahnya harus di buang. Secara panjang lebar di tulis pula isi “Operation Records” dari Rumah sakit, umpamanya di beri betadine. Di bawah sinar X-rays diketahui : bahwa phalanges, akhir tulang ujung dua buah jarinya serta tendonsinya terurai. Kemudian Ed Petit megambil inisiatif sendiri; meletakkan tangannya yang rusak demikian itu setiap malam satu jam bawah piramida yang terbuat dari kardus selama dua malam saja; kemudian ke dokter untuk diperiksa lagi. Pada waktu itu, jari tengahnya hitam lekam dan dinasehatkan di potong saja / di buang saja. Sedangkan satunya lagi masih bisa dialiri darah. Ed Petit melanjutkan meletakkan tangannya tiap malam di bawah piramida. Lima hari kemudian, pembalutnya di buka, dan mengherankan karena ujung jari masih agak hitam, tetapi tubuh jarinya sudah agak berubah warna agak kemerahan (pink). Seminggu sesudah itu, jari tersebut normal kembali.